Jumat, 15 September 2017

Apa Penyebab Sudah SD Tapi Anak Masih Suka Ngompol?

Apa Penyebab Sudah SD Tapi Anak Masih Suka Ngompol?

Ketika masih berusia di bawah 6 tahun, ngompolnya anak masih dimaklumi. Tapi setelah masuk sekolah dasar (SD), anak akan merasa malu jika masih saja ngompol. Hmm apa ya penyebabnya anak SD yang masih suka ngompol? Anak yang ngompol terus, kadang membuat pusing sendiri. Pagi ini anak ngompol besok pagi ngompol lagi, seprai lama-lama habis. Kasur belum kering, sudah diompoli lagi

Menurut Howard Bennett MD, seorang dokter anak dari Washington DC, anak akan dengan sendirinya bisa mengontrol kantung kemih di malam hari. Tetapi setiap anak bisa melakukan hal tersebut di usia yang berbeda-beda. Sebanyak 5 dari 7 juta anak di dunia ngompol saat tidur. Setelah usia 5 tahun, sekitar 15 persen yang masih ngompol dan saat anak menginjak umur 10 tahun, sekitar 5 persen.

"Anak yang masih ngompol sebagian besar karena genetik. 3 Dari 4 anak yang masih ngompol, orang tuanya dulu juga sering ngompol saat masih kecil. Beberapa ahli menyatakan bahwa gen spesifik yang membuat kontrol kantong kemihnya telat terletak di kromosom 12, 13 dan 18," kata Bennett yang Parentopedia.net kutip dari HaiBunda (15/09/).

Lalu ada beberapa faktor lagi selain genetik yang menyebabkan anak masih suka ngompol, Bennett mengatakan, pertama yaitu pematangan kantong kemihnya terlambat. Jika kantong kemih dan otak matang dengan wajar maka perlahan anak bisa belajar untuk mengontrol pipis saat tidur. Nah, kalau yang pematangannya lambat, maka akan lebih susah mengontrol pipisnya.

"Selain itu, kadar hormon anti-diuretik (ADH) yang rendah juga bisa menyebabkan anak sering ngompol. Hormon anti-diuretik membuat ginjal untuk mengurangi produksi urine. Beberapa studi mengatakan anak-anak yang kekurangan hormon tersebut, cenderung mengompol," jelas Bennett

Penulis buku Waking Up Dry: A Guide to Help Children itu juga mengatakan, tidur yang terlalu lelap juga mengakibatkan anak-anak ngompol. Hal ini karena otak mereka tidak mendapatkan sinyal kalau kantong kemihnya penuh. Kantong kemih yang 'sempit' juga bisa menjadi penyebabnya.

"Meskipun kantong kemih anak-anak ukurannya normal, kadang saat tidur, kantong kemihnya mengirim sinyal 'penuh' lebih dulu. Jangan salah, konstipasi bisa menyebabkan anak bisa ngompol. Kalau usus besar sudah penuh dengan kotoran maka akan menekan kantong kemih, sehingga keluarnya air seni tak bisa dikontrol," kata Bennett.

Semantar itu, menurut Marcella A Escoto DO dari Critical Care and Medicine, Orlando, AS, jika anak ngompol terus-menerus sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis. Kalau memang nggak ada hasil yang negatif, maka kita harus bisa mengetahui kebiasaan anak sebelum tidur yang menyebabkan anak terus-menerus ngompol.

"Kita harus yakinkan anak kita kalau ngompol itu normal saat pertumbuhan. Hal tersebut mungkin akan menenangkan anak kita yang malu dan masih berusaha untuk tidak mengompol. Usahakan anak minum air mineral yang banyak saat siang hari sehingga pada malam hari tak perlu minum terlalu banyak," saran Escoto.

Kita harus mengingatkan anak saat ingin tidur maka harus buang air kecil lebih dahulu. Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk memberikan motivasi ke anak, seperti mengumpulkan stiker sebagai hadiah kecil kalau anak berhasil nggak ngompol malam itu. Jika sudah terkumpul banyak bisa ditukarkan buku atau boneka.

"Saat anak ngompol, jangan marahi atau berikan hukuman. Libatkan anak untuk membantu kita mengganti seprai tempat tidur. Jangan lupa juga untuk selalu berikan pujian pada anak, kalau ia tidak mengompol," tutup Escoto.
Load disqus comments

0 komentar